Senin, 28 November 2016

RSU DADI KELUARGA PURWOKERTO memberikan layanan operasi bibir sumbing gratis...

        RSU DADI KELUARGA PURWOKERTO memberikan layanan operasi bibir sumbing gratis...
 segera mendaftar dengan cara:

1.mendafatar by phone ke RSU DADI KELUARGA PURWOKERTO di nomor: (0281) 6847366 (jam kerja 07:00 - 20:00)
2. mendaftar melalui customer care RSU DADI KELUARGA PURWOKERTO: evie 085868599141
 datang langsung ke RSU DADI KELUARGA PURWOKERTO jln. sultan agung no. 8A Teluk Purwokerto Selatan


       SYARAT syarat umum:
Foto copy KTP orang tua/ Kartu keluarga

      SYARAT khusus:
1. palatoschisis(celah langit-langit) umur minimal 18 bulan berat minimal 10 kg sehat (tidak demam,batuk dan pilek
2. cheiloschisis (celah bibir) umur minimal 3 bulan berat badan minimal 5 kg sehat (tidak demam,batuk dan pilek)


 MOHON LUANGKAN SEDIKIT WAKTU ANDA UNTUK MENYEBARLUASKAN INFORMASI INI SUPAYA KITA DAPAT MEMBATU SAUDARA KITA YANG MEMBUTUHKAN TERIMAKASIH, RSU DADI KELUARGA PURWOKERTO

Rabu, 23 November 2016

JENIS PENYAKIT SYARAF DAN GEJALANYA

Sistem Syaraf pada Manusia
Dari banyak sistem yang ada di dalam tubuh manusia, mari mulai belajar dari sistem yang utama. Nama dari sistem ini adalah sistem syaraf, yang mana mengatur sebagian besar apa yang ada di dalam tubuh. Mulai dari rambut sampai dengan ujung kaki. Karena besarnya kontribusi sistem syaraf ini bagi tubuh, hendaknya kita wajib menjaga kesehatannya.
Merupakan suatu sistem organ yang ada pada manusia, terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan serabut saraf. Di sebut dengan serabut karena memang bentuknya yang mirip dengan akar serabut, yang mana terdiri dari sel saraf yang saling terhubung antara satu sama lain. Sel syaraf ini sangat esensial atau penting, apalagi demi persepsi sensoris indra, jaringan yang ada di dalam tubuh, aktivitas motorik volunter, serta keadaan homeostasis dalam proses fisiologis tubuh. Saking banyak fungsi dan kegunaanya, sistem yang terdiri dari jaringan sangat rumit.
Mereka akan saling terhubung antara satu dengan yang lainnya. Meskipun tak terhitung jumlahnya yang terdiri dari jutaan sel saraf. Keberadaanya akan mempengaruhi berbagai perkembangan dan pertumbuhan yang ada pada manusia. Seperti perkembangan bahasa, pikiran, logika, nalar dan ingatan pada manusia.

Penyakit yang Menyerang Sistem Syaraf Manusia

Sudah di jelaskan di awal, bahwa sistem syaraf merupakan sistem pusat yang mengontrol semua koordinasi. Maka dari bagian penginderaan, pendengaran, perasaan, dan pemikiran juga bagian yang mengatur. Termasuk pula dalam koordinasi gerakan, serta fungsi tubuh lainnya. Maka dari itu, jika masalah penyakit atau gangguan yang menyerang sistem syaraf, imbasnya bukan hanya otak saja. Tapi hampir semua sistem tubuh akan terpengaruhi.
Banyak jenis penyakit yang menyerang sistem saraf. Misalnya infeksi otak serta sumsum tulang belakang. Bukan hanya itu, beberapa problematika lain yang juga mampu menyerang bagian syaraf pusat seperti tumor yang biasanya di anggap serius. Ada pula masalah yang menyerang otak, namun masih berada dalam rentang yang kurang serius, misalnya sakit kepala yang di sebabkan karena tegang.
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sangat berpotensi menyerang bagian syaraf pusat. Ada beberapa penyakit yang sudah bawaan sejak lahir. Ada pula yang muncul saat masa kanak-kanak, sampai dewasa. Simak ulasannya :
  1. Infeksi sistem syaraf pusat
Siapa sangka jika bakteri dan juga virus bisa menjalar ke mana mana, termasuk ke jaringan otak dan sumsum tulang belakang. Meskipun sebenarnya orang orang yang menderita jenis penyakit syaraf yang menginfeksi sistem saraf pusat ini tidak terlalu banyak, namun resiko untuk terkena penyakit ini pasti ada. Penyakit ini di nilai parah dan perlu penanganan yang serius. Untuk itu wajib hati hati dalam menjaga kesehatan otak anda. karena ketika sakit, akan memerlukan waktu lama untuk sembuh. Bahkan ketika sembuh, tak akan bisa kembali seperti sedia kala.
  1. Ensefalitis atau radang otak
Penderita yang terkena penyakit ensefalitis atau infeksi otak biasnaya merasa demam dan sakit kepala yang berlebihan. Selain ituperasaan mengantuk dan juga bingung kerap terjadi pada mereka. Penyebab dari penyakit ini adalah virus. Dalam diri anda, bagian sistem imun akan mencoba untuk melawan infeksi otak. Sayang ini tidak akan berhasil dengan baik. Karena kebanyakan kasus yang ada, justru sistem imun yang berusaha untuk melawan penyakit, malah yang kondisi bertambah parah.
Seperti terjadi pembengkakan di otak. Sebab virus tadi malah akan semakin berkembang. Karena kekurangan ruang, maka bagian otak akan mendorong tulang tengkorak. Hal ini berbahaya, sebab mampu melukai bagian otak. Parahnya bisa menyebabkan kematian.
Meskipun dokter akan mengupayakan untuk meminum beberapa obat obatan pencegah dan pengurangi infeksi, tampaknya tidak terlalu banyak berpengaruh. Sebab obat tidak akan mampu melawan semua infeksi yang ada. Hanya beberapa infeksi saja yang bisa di tanggulangi.
  1. Meningitis atau radang selaput
Penyakit ini sempat menjadi kontrofersial di media massa beberapa bulan lalu. Pasalnya inilah penyakit yang menyebabkan kematian seorang komedian Indonesia yang sedang naik daun. Radang selaput otak atau di kenal sebagai meningitis adalah penyakit yang menyerang Olga Syahputra, hingga ia meninggal belum di temukan obatnya.
Merupakan salah satu bentuk infeksi yang menyerang pada selaput,  yang mana fungsinya menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Penderita akan merasakan demam cukup tinggi serta sakit kepala. Selain itu, leher mereka juga akan terasa kaku.
Penyebab dari penyakit ini adalah virus atau bakteri. Jika penderita terserang meningitis karena virus, maka akan sedikit aman. Sebab viras ini mampu dibersihkan dengan sendirinya sampai beberapa hari kemudian.
Sedangkan jika mengalami meningitis yang di sebabkan karena bakteri, jatuhnya akan lebih serius. Karena mampu menyebabkan kerusakan otak, bahkan parahnya sampai terjadi kematian. Pasien yang terkena meningitis bakteri sangat memerlukan perawatan medis darurat yang intensif. Satu satunya yang dapat medis lakukan untuk membantu mengurangi penyakit ini adalah dengan diberikannya antibiotik yang berguna untuk membunuh bakteri. Meskipun hal ini sebenarnya tidak terlalu menolong banyak.
Berkat kemajuan teknologi dan pendidikan, kini sebuah vaksin untuk mencegah meningitis sudah di temukan. Vaksin ini sudah mampu diberikan pada anak-anak sejak usia dua tahun. Dari beberapa dokter merekomendasaikan untuk pemberian vaksin sebelum anak masuk ke usia 12 tahun atau 13 tahun.
  1. Sindrom raye
Anda pernah mendengar nama penyakit ini sebelumnya? Jika memang belum, maka bukan mutlak kesalahan anda. sebab penakit ini pun sebenarnya tergolong jarang, bahkan di nilai langka. Mereka yang terkena sindrom raye adalah orang tua yang memiliki infeksi virus, yang mana sebelumnya ketika masa muda yang mengambil aspirin.
Sindrom ini mampu menyebabkan pembengkakan pada otak, dan akibatnya bisa fatal. Biasanya mereka yang memiliki resiko terkena sindrom raye adalah yang memiliki kekebalan tubuh rendah. Sebab kala muda sering mengkonsumsi obat yang mengandung aspirin, yang mana biasanya di pakai dalam tablet flu. Boleh jadi mereka memiliki reaksi alergi terhadap obat.
Salah satu cara untuk menghindari sindrom raye adalah dengan tidak mengkonsumsi aspirin. Karena kita tidak pernah tahu, apakah nantinya ketika sudah tua akan terserang sindrom raye atau tidak. Dengan tidak membeli obat sembarangan di warung, penyakit ini bisa menjadi alasan. Karena pada dasarnya, tubuh anda bisa mengobati diri sendiri jika hanya terserang penyakit ringan.
  1. Epilepsi
Nama epilepsi memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. terkenal sebagai penyakit kejang kejang. Siapapun bisa menderita epilepsi, sebab sasaran dari penyakit ini tidak terpaut usia. Namun biasanya menjangkiti anak anak. Penyebab dari penyakit ini adalah
Jika di kategorikan, epilespi di bagi menjadi 3 jenis. Yakni epilepsi simptomatik, kriptogenik, dan idiopatik. Jenis epilepsi simptomatik, biasanya terjadi kejang-kejang yang di sebabkan karena ada gangguan atau kerusakan yang terjadi pada otak. Sedangkan jenis epilepsi idiopatik,  sama terjadi kejang kejang pada dirinya. Namun sayangnya tidak ditemukan penyebab mengapa ia bisa terjadi.  Dan jenis epilespi yang terakhir, epilepsi kriptogenik membuat penderita mengalami kejang kejang tanpa di temukan alasan mengapa ia bisa mengalami kejang kejang ini. Padahal dalam struktur otaknya tidak mengalami masalah apapun. Di tambah lagi, penderita epilepsi jenis kriptogenetik akan mengalami masalah gangguan belajar.
  1. Hidrocephalus
Anda kerap menonton acara peduli sesama? Biasanya icon yang paling terkenal salah satunya adalah anak kecil dengan kepala besar sekali. Saking besarnya, bahkan ia tak mampu mengangkat tubuhnya sendiri. itulah yang di namakan dengan penyakit hirocephalus. Sasaran utamanya adalah organ otak.
Penderita hidrosefalus akan mengalami penumpukan cairan di dalam otak. Akibatnya adalah terjadi peningkatan tekanan otak. Jika tidak segera di obat, bisa fatal. Sebab tekanan ini mampu merusak jaringan yang ada di dalamnya. Bahkan juga mampu melemahkan fungsi otak. Penyakit hidrosefalus ini bisa terjadi pada orang orang dalam usia berapapun. Tapi biasanya penyakit ini menyerang bayi dan manula (manusia lanjut usia).
  1. Alzheimer
Pertama kali penulis mengerti nama penyakit alzheimer adalah pada film yang berjudul momentum remember. Pemeran wanita utamanya menderita penyakit kepikunan ini. Kemudian pelan pelan ia akan melupakan jalan pulang ke rumah barunya, lalu lupa pada pekerjaanya, kemudia lupa dengan nama suaminya, bahkan sampai siapa dirinya. Penderita penyakit ini akan di tandai dengan melemahnya daya ingat, apalagi yang baru saja terjadi. Karena penyakit ini menyerang memori yang baru saja ia simpan.
Tingkat parah dari penderita alzheimer adalah ia akan mengalami gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, sampai dengan berbahasa. Mereka juga akan mengalami disorientasi dan perubahan perilaku. Misalnya menjadi lebih agresif, penuntut, dan sangat mudah curiga terhadap orang lain.
Sampai pada tahapan yang kronis, penderita akan mengalami halusinasi, yakni kesalahan dalam mempersepsi sesuatu. Selanjutnya kemampuan berbicara dan berbahasa akan semakin melemah. Sampai akhirnya ia tak bisa mengerjakan aktivitas tanpa bantuan orang lain.
  1. Vertigo
Jika anda mengalami sakit kepala yang di tandai dengan gejala sensasi diri sendiri atau sekeliling serasa berputar, mungkin anda terkena vertigo. Selain itu, penderita yang mengalami vertigo akan kehilangan keseimbangan dalam beberapa waktu. Hal ini membuatnya merasa kesulitan untuk berdiri, bahkan sampai berjalan. Mereka juga mengalami gejala mual mual dan muntah.
Ada berbagai jenis vertigo, yakni yang ringan sampai berat. jika masih berada dalam tahapan ringan, biasanya vertigo tidak terlalu terasa. Sedangkan mereka yang sudah mengalami penyakit vertigo yang berat, mampu menghambat aktivitas. Serangan yang terjadi pada penderita vertigo cukup banyak bervariasi. Ada yang hanya berlangsung selama beberapa detik. Namun ada pula yang jenis vertigo yang berat akan sampai beberapa hari. Tentu saja hal ini sangat mengganggu penderita, karena ia tidak mampu beraktivitas secara normal seperti biasanya.
Gejala lain yang berhubungan dengan vertigo adalah kehilangan keseimbangan yang akan membuat penderita sulit berdiri atau berjalan, mual atau muntah, dan pening.
  1. Parkinson
Merupakan suatu penyakit yang menerang sistem syaraf. Hal ini menyebabkan terjadinya degenerasi sel saraf secara di bagian otak tengah. Padahal fungsi utama dari bagian ini adalah untuk mengatur pergerakan tubuh atau sistem motoriknya. Gejala yang timbul dari penderita adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Meskipun pada tahap awalnya, penderita yang mengidap penyakit parkinson ini  tidak menunjukan gejala yang tampak.
Biasanya penderita akan merasa lemah pada tubuhnya. Bahkan sampai ada yang kaki pada beberapa bagian tubuhnya. Ia juga akan mengalami gemetar yang halus namunterus menerus pada satu organ. Biasanya terjadi saat ia sedang  beristirahat.
  1. Lumpuh otak
Penyakit lumpuh otak atau biasa di kenal dengan nama cerebral palsy merupakan jenis penyakit syaraf yang cukup mengganggu, bahkan sangat memengaruhi sistem koordinasi serta pergerakan tubuh. Penyebab terjadinya penyakit ini karena adanya masalah yang serius pada bagian otak besar. Biasanya menyerang pada anak anak. Dan karena alasan penyakit inilah yang menjadi penyebab utama mengapa terjadi kelumpuhan kronis pada anak anak.

 sumber rsdk-pwt.com